Mengintip Serunya Graduation Sekolah Alam Saka: Tanpa Toga, Hotel Disulap Menjadi Nuansa 1001 Malam

Mengintip Serunya Graduation Sekolah Alam Saka: Tanpa Toga, Hotel Disulap Menjadi Nuansa 1001 Malam

Cerita Kelulusan

Suasana penuh tawa, haru, dan decak kagum menyelimuti Hall Hotel Front One Kediri pada Sabtu, 13 Juni 2025. Sekolah Alam Saka kembali menggelar agenda tahunan yang paling dinanti, yakni prosesi kelulusan sekaligus pentas seni. Menariknya, acara yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 13.00 WIB ini diikuti oleh seluruh keluarga besar sekolah, mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA.

Seluruh wali murid, siswa, guru, dan staf memadati area acara dengan antusiasme tinggi. Berbeda dari prosesi wisuda pada umumnya, Sekolah Alam Saka selalu berhasil mengemas momen kelulusan menjadi sebuah perayaan yang hangat, inklusif, dan sarat akan nilai kekeluargaan.

Bukan Perpisahan, Melainkan Kenaikan Jenjang untuk Terus Berjuang

Bagi Sekolah Alam Saka, momentum kelulusan memiliki makna yang mendalam. Ummi Dewi, selaku Pembina Yayasan Sekolah Alam Saka, menegaskan bahwa esensi dari acara ini bukanlah sebuah perpisahan. Itulah mengapa agenda tahunan ini lebih lekat disebut sebagai acara "Kenaikan Jenjang dan Pentas Seni".

 | "Di Saka, graduation bukan berarti perpisahan. Tidak ada kata berpisah di antara kita, karena sejatinya kita hanya berpindah tempat untuk berjuang saja," ungkap Ummi Dewi dalam sambutannya yang menyentuh hati.

Pesan ini mempertegas komitmen Sekolah Alam Saka bahwa ikatan antara guru, siswa, dan orang tua akan tetap terjaga sebagai satu keluarga besar, ke mana pun langkah kaki para siswa akan membawa mereka setelah ini.

Tanpa Toga dan Kebaya: Pesona Arabian Style dalam Tema 1001 Malam

Jika biasanya wisuda identik dengan setelan jas, kebaya, atau toga yang kaku, Sekolah Alam Saka justru konsisten mendobrak tradisi tersebut. Setiap tahunnya, mereka selalu mengusung tema busana yang unik dan eye-catching.

Tahun ini, tema yang dipilih adalah "1001 Malam" yang kental dengan nuansa Arabian Style. Alhasil, ruang acara disulap menjadi lorong waktu yang membawa ingatan pada kisah-kisah Timur Tengah. Seluruh keluarga yang hadir diwajibkan mengenakan pakaian bergaya Arab, mulai dari gamis dan kaftan yang anggun, hingga sorban dan jubah yang gagah. Kreativitas tanpa batas dari para wali murid membuat suasana wisuda menjadi sangat hidup dan penuh warna.

Kemeriahan Fashion Show Iconic dan Penghargaan Keluarga Terbaik

Keseruan langsung memuncak sejak awal acara dimulai. Agenda dibuka dengan Fashion Show Iconic, di mana setiap keluarga berjalan di atas catwalk untuk memamerkan busana terbaik mereka. Gelaran ini bukan sekadar ajang pamer baju, melainkan simbol kekompakan dan keterlibatan aktif orang tua dalam mendukung kegiatan anak di sekolah.

Untuk mengapresiasi totalitas para wali murid, pihak sekolah juga memberikan reward khusus. Berdasarkan penilaian juri selama sesi fashion show, berikut adalah keluarga yang berhasil membawa pulang penghargaan:

 Keluarga Ter-Arabian: Diraih oleh Keluarga Khayla, berkat keserasian busana dan detail gaya Timur Tengah yang sangat total.

 Keluarga Ter-Kompak: Diraih oleh Keluarga Izza, yang sukses mencuri perhatian lewat keselarasan gerak, ekspresi, dan kekompakan seluruh anggota keluarga saat tampil.

Panggung Ekspresi: Kolaborasi Epik Antar-Cabang Sekolah Alam Saka

Setelah prosesi formal penyerahan piagam kelulusan yang berjalan dengan khidmat dan lancar, acara dilanjutkan dengan sesi yang paling ditunggu-tunggu: pentas seni. Panggung pentas seni kali ini menjadi sangat istimewa karena menjadi wadah kolaborasi dari berbagai cabang Sekolah Alam Saka, mulai dari Cabang Kediri Kota, Cabang Pusat, hingga jenjang SMP-SMA (Lifeschool).

Penampilan yang disuguhkan benar-benar beragam dan berhasil mengaduk-aduk emosi penonton. Di satu side, para hadirin dibuat gemas dan tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi lucu adik-adik kecil tingkat PAUD dan SD saat menari dan membawakan drama musikal. Di sisi lain, decak kagum menyelimuti ruangan saat anak-anak jenjang SMP dan SMA unjuk gigi menampilkan tari tradisional yang dikemas secara keren, energik, dan penuh percaya diri.

Seluruh rangkaian acara ditutup pada jam 1 siang dengan senyum bahagia yang merekah dari wajah para siswa dan orang tua. Saka Graduation 2025 sukses membuktikan bahwa pendidikan holistik berbasis alam mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter, kreatif, dan memiliki kedekatan emosional yang kuat dengan keluarga. Sampai jumpa di kenaikan jenjang tahun depan!

Coming Soon

Fitur ini sedang dalam tahap pengembangan.
Nantikan update selanjutnya!